"Ibu,ayah aku rindu" kata nila
"Apakah ibu dan ayah sudah melupakan ku"
"Mana mungkin ibu dan ayah-mu melupakan mu" kata nenek-nya yang berjalan menuju ke arah nila
"Nenek"
"Jangan berfikir bahwa ayah dan ibumu melupakanmu,mana mungkin mereka melupakan anak kesayanga mereka satu-satunya".
"kalau emang mereka sayang sama aku pasti sudah lama mereka menghubungi ku, tapi sampai saat ini mereka tak ada kabar sampai sekarang"
"Udah jangan berfikir kaya gitu"
Neneknya langsung memeluk nila
"Iya nek"
"Ayok pulang,udah mau gelap nih"
"Iya nek"
Nila pun, pulang bersama nenek-nya,sesampainya nila di rumah,dia langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan.
"Nek ayok makan" kata nila sambil menyiapkan makanan
"Iya tunggu"
"Nek,aku ingin mencari ibu dan ayahku di kota,aku sudah lama menabung uang untuk bisa kesana"
Neneknya kangen ketika mendengar bahwa nila ingin ke kota untuk mencari ibu dan ayah-nya.
"Jangan kesana"
"Kenapa nenek melarang ku"
"Bukannya nenek melarang mu,tapi di sana sangat berbahaya nak,di sana banyak orang jahat"
"Jangan khawatir nek,aku kan jago bela diri,kan aku pernah di ajar sama paman Riko"
"Gak, kamu gak boleh ke sana"
"Aku gak percaya nenek akan melarang ku"
"Denger kata-kata nenek"
"Bagaimana pun caranya aku harus ke sana untuk mencari ibu dan ayahku"
Nila langsung pergi ke kamarnya, padahal dia belum makan sama sekali
"Nila makan dulu nak" kata nenek-nya
Namun nila tak merespon nenek-nya."kenapa nenek melarang ku menemui ibu dan ayahku, apakah nenek menyembunyikan sesuatu kepada ku" kata nila sambil berbicara di dalam hati
Pagi hari-nya nila sudah tak ada di dalam kamarnya,neneknya mencari nila ke mana-mana namun neneknya tak menemukan nila, setelah beberapa jam neneknya menemukan sebuah kertas,di atas meja belajar nila, yang bertuliskan
"Surat untuk nenek dari nila: Nek maaf kan nila, karena nila tak mendengar kan nenek,tapi nila sangat ingin bertemu ibu dan ayahku,aku sudah sangat merindukan mereka berdua,nek kalau aku udah menemukan ibu dan ayahku aku akan ke sini ko,dan aku akan membawa ibu dan ayahku ke sini, jangan lupa minum obat ya, soalnya nenek sering lupa minum obat, kalau bukan aku sering mengingatkan nenek minum obat terus siapa lagi,aku gak bakalan lama ko di sana,aku juga gak bakalan lupa sama nenek,aku sayang nenek,
Aku akan merindukan mu nek"
Ketika nenek nila membaca surat itu,ia langsung menangis
"Nila bukannya nenek melarang mu untuk menemui ibu dan ayahmu,tapi Mereka tak memperdulikan kamu lagi,aku tak sengaja
memberitahumu karena nenek tidak mau kamu menangis mendengar hal ini"
"Wah aku tak perna melihat pemandangan yang seindah ini" kata nila yang berada di kereta, sambil melihat pemandanga yang begitu indah yang tak pernah ia lihat.
"Aku harus mencari tempat untuk tidur malam ini"
Nila pun langsung berjalan mencari tempat tidur malam ini
"Buk apakah di bagian sini ada rumah kos"
Kata nila yang bertanya kepada seorang ibu yang sedang berjualan somay bakar di pinggir jalan.
"Agak jauh si dek,dari sini"
"Oh gitu ya buk"
"Emang adek baru datang dari sini?
"Iya buk"
"Bagaimana kalau adek malam ini nginep di rumah ibu aja, lagian ibu cuma berdua sama anak ibu,ini kan juga udah malam,gak baik kalau kamu pergi cari rumah kos malam-malam gini, apalagi kamu perempuan"
Nila tanpa berfikir panjang langsung setuju
"Makasih buk,aku sangat bersyukur banget bisa nginep di rumah ibu, makasih Bu"
"Iya sama-sama"
Tunggu yah aku beresin dulu ini jualan ibu
"Mau aku bantuin buk" kata Lia yang menawarkan diri untuk membantu ibu itu
"Gak usah dek"
"Gakpapa buk"
"Nila pun langsung membantu ibu itu
"Alhamdulillah udah selesai" kata ibu itu
"Ayok dek kita ke rumah ibu,gak jau kok dari sini"
"Iya buk"
"Sini buk biar aku yang angkat barang-barang jualan ibu"
"Gak usah"
"Gak apa-apa buk"
Nila langsung mengambil tas hitam itu yang berada di tangan sang ibu itu,yang berisi barang-barang jualan ibu itu
"Aku bilang gak usah dek"
"Gak apa-apa buk"
"Yaudah makasih ya"
"Iya buk"
Sesampainya nila di rumah ibu itu, dia langsung mendengar suara
"Yes ibu udah pulang"
"Wah anak ibu yang pemberani" kata ibu itu
"Ibu, kakak yang di belakang ibu itu siapa"
"Kaka ini baru datang di kota ini,dia belum punya tempat tinggal, jadi ibu suruh dia nginep di rumah kita"
"Yes aku punya temen bermain sekarang"
"Kak ayok main"
"Besok aja yah,ini kan udah malam,kakaknya juga capek,mau istirahat" kata ibu itu
"Iya deh"
"Sana pergi tidur,ini kan sudah mala, besok kan kamu mau sekolah,nanti kamu terlambat bangun"
"Oke buk"
"Kamu udah makan" kata ibu itu kepada nila
"Hemmm belum" kata nila agak ragu
"Yaudah kamu ke dapur di kulkas ada danging ayam kamu goreng aja aku mau ke kamar dulu kalau kamu udah selesai makan kamu tinggal masuk ke kamar di samping kamar aku yah"
"Iya buk, makasih yah atas tumpangan-nya"
"Iya sama-sama"
Keesokan harinya nila langsung bangun pagi-pagi sekali
"Kamu udah bangun" kata ibu itu
"Iya" kata nila
"Ayok makan dulu"
"Gak usah buk,aku Masi kenyang kok"
"Sebelum kamu lapar mending kamu makan dulu"
"Ayok kak makan bareng" kata anak ibu itu
Nila pun langsung menuju ke meja makan
"Nih makan yang banyak" kata ibu itu sambil memberikan danging ayam di piring nila
"Iya buk makasih"
"Kak nama Kaka siapa" kata anak ibu itu
"Nama Kaka nila"
"Nama yang Bagus kak"
Kalau kamu namanya siapa" kata nila
"Kalau aku namanya Lio"
"Nama kamu juga bagus"
"Makasih kak"
"Udah jangan bicara di depan makanan,lihat tuh makanan-nya udah tungguin kamu tuh" ucap ibu itu
Mereka pun mulai makan.
"Ini kak airnya" kata anak ibu itu
"Makasih" pinta nila
"Sama-sama kak"
Dan beberapa jam kemudian pun mereka sudah selesai makan
"Buk biar aku yang cuci piring-nya" kata nila
"Gak usah ini juga udah mau selesai"
"Kok barang-barang kamu ada diluar bukannya di kamar" kata ibu itu yang melihat barang nila yang berada di samping sopa
"Aku mau pergi" Kata nila
"Kok buru-buru"
"Soalnya aku mau cari ibu dan ayahku"
"Jadi kamu datang jauh-jauh ke sini untuk mencari orang tua kamu"
"Iya buk"
Nila langsung mengeluarkan foto ibu dan ayah-nya dari dalam tasnya
"Ibu pernah lihat orang ini,ini adalah foto ayah dan ibuku"
"Ini teman kerja ibu dulu"
"Jadi di mana dia sekarang buk"
"Gak jau kok rumah-nya dari sini,nanti ibu antar ya kamu ke rumah ibu kamu"
"Makasih banyak buk, apakah mereka baik-baik saja"
"Iya, kecuali " ibu itu agak ragu mengatakan sesuatu
"Kecuali apa buk" kata nila yang penasaran
"Ayah kamu udah meninggal beberapa hari yang lalu,ibu dengar ayah kamu bunuh diri karena ibu kamu selingkuh"
"Apah" nila langsung shock mendengar hal itu
"Ibumu sudah menikah lagi, mereka juga udah punya anak satu seorang wanita"
Sekejap mata nila di penuhi air mata yang begitu deras
"Ayok aku antar kamu ke rumah ibu kamu, udah jangan menangis lagi"
"Iya buk ayok"
Mereka pun langsung pergi untuk menemui ibu nila
Nila pun sampai di rumah ibunya
"Ini rumah ibu kamu,aku pergi dulu yah antar Lio ke sekolah-nya" kata ibu itu sambil memegang tangan anaknya
"Iya buk, makasih sekali lagi buk"
"Iya sama-sama" kata ibu itu
"Dada kak, sampai jumpa"
"Iya dada hati-hati ya di jalan"
"Iya kak"
Tok, tok,tok, tok Lia langsung mengetok pintu rumah ibu-nya, seorang wanita langsung membuka pintu tersebut
"Siapa ya" kata wanita itu
"Mungkinkah itu anak ibu aku" kata nila dari dalam hati
"Aku mencari ibu kamu,apa dia Adah di rumah" kata nila
"Oh cari ibu aku, tunggu ya aku panggil dulu"
Nila pun langsung menuggu di depan pintu, sedangkan wanita yang merupakan anak ibu-nya itu masuk memanggil ibunya.
"Ibuk ada yang cariin tuh"
"Siapa" kata ibu nila
"Gak tau"
Ibunya pun langsung keluar melihat siapa yang sedang mencarinya
"Ibu" kata nila
"Kamu siapa ya,kok manggil ibu"
"Buk aku nila anak ibu" kata nila sambil memegang tangan ibunya
"Nila, kenapa kamu ada di sini,aku gak mau melihat kamu" tegas sang ibu
"Ko ibu gak suka aku ada di sini" pinta nila
" Udah gak usah banyak tanya"
"Apakah ibu tak menyayangi ku"
"Ya aku tidak menyayangi mu,jadi sekarang juga kamu pergi dari sini"
"Tapi buk,aku sangat merindukan-mu "
Nila langsung di dorong oleh sang ibu, sampai nila terjatuh,dan ibunya pun mengunci pintu rumahnya
"Ibu,buk,buk " kata nila yang tak berdaya sampai mengeluarkan air mata yang begitu deras
"Ternyata ibu selama ini tak menyayangi ku,aku yang bodoh seharusnya aku berfikir bahwa memang ibu tak menyayangiku,kalau emang ibu menyayangi ku pasti sudah sekian lama ibuku datang menemui ku, sebaiknya aku kembali ke desa"
Nila pun langsung pergi dari rumah ibunya,dan pergi menaiki kereta untuk pulang ke rumah neneknya.
Beberapa jam kemudian nila pun sampai di desa
"Nek,nila udah pulang"
Namun tak ada respon sama sekali,
"Kok gak ada nenek"
Tiba-tiba ada yang memanggil nila,
"Nila"
Ternyata itu adalah tetangga nila.
"Eeeeeh ibu Sinta,ibuk lihat nenek say"
"Nila,nenek kamu udah meninggal beberapa hari yang lalu"
"Apah,gak mungkin buk nenek aku gak mungkin tinggalin aku"
"Kamu yang sabar ya Nil"
Nila pun langsung pergi ke pemakaman neneknya
"Nek kenapa,nenek meninggal nila, apakah nenek juga tak menyayangi ku"
Nila tak henti-henti mengeluarkan air mata
"Nila yang salah seharusnya nila gak pergi ke kota"
"Nek aku sangat menyayangi nenek"
"Aku sangat menyesal,andai aku tak ke kota mencari orang tua ku pasti nenek baik-baik saja"
Nila pun harus hidup sendiri,tak ada ibu,tak ada ayah, tak ada siapa-siapa di sisinya,nila hanya berusaha hidup menghadapi pahitnya kehidupan yang sesungguhnya yang dia hadapi, emang sesulit itu ketika tak ada orang yang berada di sisi kita,tak semua orang itu akan memperdulikan kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar