Sejujurnya gue agak ga setuju sama penyataan "anak pertama bebannya lebih berat dari anak lainnya"
Menurut gue, beban hidup setiap anak sama, mau lo anak pertama atau anak terakhir tetap aja bebannya sama berat.
Mungkin lo semua sudah pernah dengar anak pertama ngomong "anak pertama tuh dituntut sempurna, biar jadi contoh adik-adiknya" gue percaya sama kata-kata ini, karena gue yakin banyak orang tua di dunia ini yang menuntut anak pertamanya seperti apa yang dia mau.
Itu dari sudut pandang anak pertama.
Tapi pernah ga si lo pada ngeliat dari sudut pandang anak terakhir?
(Maaf ya, di sini gue cuman mau ngebahas anak pertama sama anak terakhir, anak tengah minggir dulu)
Kalian pernah dengar ga si orang-orang bilang "anak terakhir mah santai hidupnya, kan anak kesayangan" (dibeberapa keluarga anak terakhir memang anak kesayangan orang tua)
Santai-santai your eyes wkwk kocak.
Anak terakhir juga dituntut kali, dituntut melebihi kakaknya.
Di sini gue gamau menyalahkan siapapun.
Gue cuman mau ngasih tau aja kalau semua beban manusia itu sama, cuman beda waktu bebannya diangkat aja. Jadi jangan pernah bandingin beban lo sama beban orang lain. Karena menurut gue semakin berat beban yang kita angkat, semakin besar juga hadiah dari Tuhan untuk kita.
Jalanin aja, kan kita mc di kehidupan kita masing-masing 🆖🆎
fyi: di atas bukan sepenuhnya kisah gue, jadi gausah ngecap sembarangan tentang gue berdasar opini kalian ya.


