Minggu, 11 Februari 2024

MILA YANG TIDAK PERCAYA BAHWA DIA BISA KAYA ORANG LAIN.

 Namaku adalah mila,pasti kalian tak perna mendengar tentangku,ya,karena aku tak begitu mencolok,tak populer seperti anak-anak yang lainnya, aku Masi sekolah, tapi nilai ku sangat buruk,aku sangat sibuk belajar,namun tak ada hasil,sama sekali,entah aku harus belajar bagaimana,menghafal kosakata bahasa inggris saja aku tak bisa,ketika mata pelajaran matematika, aku sangat memperhatikan ketika ibu guru sedang menjelaskan di depan, tapi tetap saja aku tak mengerti sama sekali,Aku tak tau mau berbuat apa, aku sangat kasian pada diriku sendiri, ya jujur aja aku sering berbicara sendiri kenapa aku tak bisa kaya orang-orang di luaran sana, kenapa orang lain bisa sedangkan aku tak bisa sama sekali, aku juga mau hebat kaya mereka yg bisa membanggakan orang tuanya, mimpi ku begitu besar tapi aku tak bisa membuat mimpiku itu menjadi kenyataan, kenapa aku begitu menyedihkan, aku tak tahan dengan diriku sendiri, mereka  manusia aku juga manusia tapi kenapa aku tak bisa seperti mereka, bagaimana cara mereka bisa seperti itu,itu membuatku berfikir,aku sudah berusaha tapi tak ada hasilnya sama sekali, apakah mereka lebih berusaha dari pada aku, apakah mereka perna seperti aku,tapi itu tak mungkin,aku sudah berusaha tapi aku tak bisa aku tipe yg mudah menyerah, aku tak percaya diri aku tak percaya bisa seperti mereka, berdiri di depan orang-orang banyak aja aku gugup,jadi sudah jelas aku tak bisa berbuat apa-apa, tapi aku harus tetap berusaha semaksimal mungkin, 

"Bela ko kamu di kelas terus si" tiba-tiba teman aku berna Sinta memanggil ku"kataku "apakah kamu tidak capek belajar terus" kata sinta "lumayan cakep di" kata ku       

"Seharusnya saat ini kita harus bersenang-senang" kata sinta lagi                                    "Aku tak ada waktu untuk itu" kataku.            "Iya deh" kata Sinta dengan muka agak cuek.

beberapa jam kemudian pun bel masuk berbunyi "Saatnya pelajaran matematika yang akan masuk hari ini di kelas ku,pada jam terakhir "aduh aku sungguh tak suka pelajaran matematika, membuat kepala ku pusing aja" kata teman aku yang berna sinta

Ibu nani pun masuk di kelasku dia adalah guru matematika ku,jujur dia tak pernah tak masuk sekolah,walau hujan badai,angin ribut gempa bumi banjir bandang dia tetap datang, "kita langsung mulai aja ya gak usah banyak basa-basi,hari ini kita belajar senang-senang aja" kata buk nani, kata-katanya itu bohong setiap dia mau mengajar, dia sering berkata begitu, padahal gak bener, aku tak pernah bersenang-senang ketika belajar matematika

Malahan kepala aku jadi pusing ketika pembelajaran matematika yang masuk di kelas,ibu guru Nani pun mulai menjelaskan,mataku tak perna mengarah ke samping dan ke kiri melainkan ke depan aku sangat memperhatikan ketika ibu Nani sedang menjelaskan, setelah ibu nasi selesai menjelaskan, kenapa aku sama sekali tak mengerti, apakah otak aku tidak berfungsi lagi, atau dia sudah lelah berfikir 

"apakah kalian sudah mengerti yang ibu jelaskan tadi". Teman sekelas ku pun langsung menjawab "iya buk" aku tau mereka bohong selain, Dinda yang emang pintar,pasti ketika ibu Nani memberikan tugas pasti mereka cuman menyontek jawaban Dinda,dasar pembohong 

"ya sudah,kalau kalian sudah mengerti,ibu akan memberikan tugas,jadi tugasnya halaman 123 ya, mulai dari nomor 1 sampai 5 tugasnya harus di kumpulkan nanti ya,ibu mau ke kantor dulu sebentar"

"Ko banyak sekali si buk"kata teman kelas ku. "kan katanya sudah mengerti,pasti gampang kan kalau kalian sudah pada mengerti" kata ibu nani. " Iya buk". "dasar pembohong" kataku, 

ibu Nani pun keluar dari kelas,Teman-teman sekelas ku langsung beraksi untuk menyontek jawaban Dinda "helle-helle katanya sudah pada mengerti,ko nyontek punya Dinda" kataku

"diam lu bela, mending kamu kesini kita nyontek bareng" kata Leo teman kelasku"Aku gak mau nyontek" kataku, teman-teman sekelas ku semua menatapku "tumben gak mau nyontek,biasanya kamu duluan pergi mendekat ke Dinda untuk nyontek"kata Leo lagi. "Iya tumben" kata teman kelasku kompak "Lo kesambet apan bela" kata Leo.    "Dasar lu Leo" kata ku

"aku gak perna tuh nyontek jawaban dinda" kata ku. "Dasar pembohong " kata Leo lagi "udah jangan berisik aku lagi pusing nih, kerjakan tugas matematika ini" kata Sinta, sambil memegang kepalanya"Sini kita nyontek punya Dinda bareng-bareng sinta" kata Leo "benar juga yah, mending aku pergi nyontek punya dinda" kata Sinta lagi,dia pun langsung pergi menuju di dekat dan langsung menyontek punya Dinda

Mereka yang sedang sibuk menyontek,aku yang sibuk merenungi tuga matematika ku ini "aduh kenapa aku sama sekali tidak mengingat cara kerjanya sih" tiba-tiba ibu Nani pun datang "anak-anak apakah sudah selesai tugasnya" "Iya Bu" kata teman kelasku kompak, mereka pun langsung mengumpul di meja guru "bela tugas kamu mana" kata buk nani "belum selesai buk"kata ku agak ragu "aoah Belum selesai,lihat teman kamu sudah pada selesai, cuman Kamu yang gak selesai,coba sini buku kamu ibu mau lihat" kata buk nani lagi "tapi aku belum selesai buk" kata ku "sini aja" aku pun memberikan buku ku ke ibu Nani 

"Kamu berdiri di samping ibu" kata buk nani sambil melototi ku "astaga bela,nomor satu saja kamu belum kerjakan" "Aku tidak tau bagaimana cara kerjanya buk". Kata ku sambil tersenyum dengan menampakkan gigi ku "jadi ketika ibu menjelaskan tadi kamu tidak memperhatikan ibu" kata ibu Nani dengan suara tinggi "aku memperhatikan ibu tapi aku sama sekali tidak mengerti buk" 

Kuping ku langsung di cubit begitu kuat,seperti kuping ku sudah mau copot. "Aku akan memberimu tugas,tiga kali lipat" kata Bu Nani "tapi buk"kataku. "Tidak ada tapi-tapi bela" iya buk"kata ku dengan muka murung.

bel pulang pun berbunyi ibu Nani pun keluar dari kelas "apa kataku mending tadi kamu nyontek punya Dinda,coba tadi kamu nyontek punya Dinda pasti kamu gak akan di kasi tugas tiga kali lipat" kata Leo yang begitu dekat dari muka aku sampai-sampai bau mulutnya begitu terasa menyengat,seperti aku mau pingsan menciumnya "bau banget si mulut Lo,kaya satu tahun gak pernah sikat gigi" kata ku sambil memegang hidung ku " ko Lo bisa tau si kalau aku satu tahun gak perna sikat gigi" kata Leo dengan sangat jujur "pantas gigi Lo kuning banget kaya kulit pisang" kata ku 

Leo pun langsung pergi meninggalkan ku sambil  mengejekku, dengan mengeluarkan lidanya, tiba-tiba Sinta memegang bahuku dari belakang "bela,bela" kata Sinta."kenapa" kataku "kamu gak menjaga perasaan orang lain" kata Sinta "maksud kamu"kataku dengan muka heran "ya tadi kamu mengejek leo" kata Sinta "tapi kan itu bener" kataku.     

"Tapi kamu harus ngerti perasaan dia, siapa tau dia sakit hati sama kamu dan juga sangat malu, apalagi tadi banyak banget tadi orang terus kamu ngatain ke gitu,aku tadi lihat dari belakang semua orang pada ketawa mendengar itu, tapi Leo hanya tersenyum"

Bener juga si kata Sinta seharusnya aku jaga perasaan Leo, mungkin kalau aku di ejek kaya gitu mungkin aku udah hajar orang itu,tapi Leo hanya tersenyum "bener juga si kata kamu sinta, yaudah aku duluan dulu ya,aku mau pergi meminta maaf kepada leo,keburu jau" Sinta pun menggeleng "iya sana cepat"

Akupun langsung berlari untuk menemui Leo yang agak jau "Leo, tunggu aku" kata ku sambil berlari. "Leo pun berbalik dan berhenti "aduh" kataku sambil memegang kepala,karena aku menambrak Leo "idih cari perhatian ya"kata Leo "siapa juga cari perhatian" kata ku  "terus kenapa kamu berlari begitu kencang untuk menemui ku" kata Leo sambil er"aku minta maaf,soal tadi" kata ku "gak usah minta maaf aku juga gak terlalu mikirin itu" kata leo. "Tapi tetap saja,aku harus minta maaf ke padamu" kata ku "yaudah deh" kata Leo sambil tersenyum

Beberapa jam kemudian,aku telah sampai di rumah,dan aku langsung masuk di dalam kamarku dan mulai belajar lagi,aku tak kenal lelah untuk belajar,gimana ya tadi cara kerjanya tuga matematika ini,aku terus berfikir dan langsung ku kerjakan,ini dulu ditambah terus dikali, beberapa jam kemudian aku mulai bisa mengerjakan tugas matematika itu,yes sudah selesai,aku tau gimana caranya agar aku bisa mengerti semua mata pelajaran,ketika ibu guru sedang menjelaskan di depan aku harus mencatat perkataanya yang ku anggap penting bagiku dan setelah pulang sekolah aku harus mengulangi pelajaran yang sudah di ajar kan waktu di sekolah,

Satu bulan kemudian, ujian pun tiba, beberapa hari yang lalu aku sudah banyak belajar,dan di saat-saat yang menegangkan aku mulai membaca semua soal dan menjawab,menurutku semua soal-soal mudah bagiku, tidak sia-sia ku belajar

"Kamu udah selesai bela" kata sinta.        "Iyanih" kataku.                                        "Kamu udah selesai nomor 7, sumpah itu susah banget"kata Sinta lagi.              "Gampang ko" kataku.                            "Gampang apanya" kata Sinta dengan muka serius

Tiba-tiba pengawas memukul meja.        bela,Sinta,sudah diam,ini bukan pasar,bela kalau kamu sudah selesai sini kertas ujian kamu" kata pengawas "iya, pak aku sudah selesai"aku pun mengumpu tugas ku.             Jujur aku merasa gugup dengan nilai ku, setelah beberapa hari ujian sudah selesai, saat-nya para siswa yang memiliki nilai yang paling tinggi akan di panggil dan maju kedepan untuk mendapat penghargaan, sudah jelas namaku gak akan di panggil.

Aku pun dan teman-teman se kelasku menunggu ibu rina, untuk mengetahui siapa nilai yang paling tinggi.                                    Beberapa jam kemudian,ibu Rina pun masuk di kelasku                                                        "wah sudah lama yang menunggu".kata sambil tersenyum.                                          "Iya buk" kompak.                                          "Apakah ujian kemarin sangat sulit"                " iya buk sangat sulit sampe-sampe kepalaku pening" kata Sinta.                                           "Itu karena kamu gak belajar,coba kalau kamu belajar,Pasti gak sulit".                            "Iya buk" kata sinta

"Jadi nilai yang paling tinggi adalah,bela". Kata buk Rina. "Bela ayok maju dan mengambil penghargaan".                              Bela pun maju "selamat ya bela"                     "iya buk" kata bela sambil mengambil penghargaan itu sambil tersenyum lebar

"Makasih buk" kata bela lagi,ibu Rina pun menganggukkan kepalanya,bela pun kembali ke bangkunya, "eeeeeeh Masi ada lagi loh murid di kelas ini yang memiliki nilai tinggi"kata ibu Rina, setelah ibu Rina berkata begitu aku dan teman kelasku merasa tidak percaya, karena jujur saja ya cuman bela satu-satunya yang sangat pintar di kelas ku, semua teman kelasku cuman mengandalkan bela aja ketika ada tugas yang diberikan oleh ibu guru.                                                          

"Siapa buk" kompak.                                      "Kalian pasti penasaran kan siapa orang itu, yaitu adalah mila.                                             "Apa" kata teman kelas, yang sama sekali tidak percaya akan hal itu, jujur aku juga sama sekali gak percaya, apakah ini mimpi    "Mila ayok naik ke depan untuk mendapatkan penghargaan" kata ibu Rina,aku pun naik ke atas "kamu pantas mendapatkan penghargaan,kamu sudah lama berusaha,aku sering melihat mu di kelas belajar sendiri ketika jam keluar.             "Makasih buk" aku pun mengambil pengambilan penghargaan itu dengan senang hati.    

"Tiba-tiba teman sekelas ku bertepuk tangan, "tutor dong Mila" kata Leo.                 Disitu aku merasa janggung,aku pun kembali ke bangku-ku 

"Kita bisa menyimpulkan bahwa ketika kita bekerja keras dan berusaha,maka akan mendapatkan hasil yang tak terduga, yang lebih utama kita harus sabar, jangan menganggap bahwa kalian tidak akan bisa seperti orang lain, semua orang pasti bisa, ketika sudah berusaha,dan ingat jangan mudah menyerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PRAKTEK B.INGGRIS

 di jam 2 siang kita pergi ke rumah windy di lawekara saya bersama teman saya yang bernama celsi,annisa,risna,dan kita pergi ke rumah windy ...