Dina anak yang baik namun,dia sering direndahkan sama temen-temannya dia direndahkan karena penampilannya.
“kenapa dengan penampilan ku, kenapa aku sering di ejek sama mereka semua” kata Dina yang sedang duduk sendirian di bangku kelasnya, tiba tiba datang segerombolan teman-teman kelas-nya
“woy dina mending Lo gak usah sekolah deh lihat tu penampilan mi gak pantas kamu ada di sekolah ini,pantasnya kamu di hutan” kata Lena teman kelas dina yang emang sering mengejek penampilan dina, sambil tertawa terbahak-bahak bersama segerombolan teman-temannya
Namun Dina hanya diam dan tertunduk mendengar ejekan mereka, karena ia tak berani melawan,Dina langsung angkat bicara
“Kenapa kalian semua membenciku padahal aku gak pernah membuat kalian marah,karena cuman penampilan ku kalian mengejekku sesuka hati”
“Woy Dina asal Lo tau yah Lo itu cuman orang miskin yang rendahan,Lo masuk di sekolah ini karena dapat beasiswa, seharusnya Lo punya malu dikit lah” kata lia yang tiba-tiba mencubit pipi Dina dengan sangat keras
“Kenapa aku harus malu aku dapat beasiswa karena aku memiliki nilai yang tinggi”
“Sudah berani ngelawan kamu yah” kata lia lagi
“Kalau aku gak ngelawan,kamu tak akan pernah berhenti merendahkan kanku”
Tiba-tiba lia menendang kursi Dina,sampai Dina terjatuh
“Kasihan,mau aku bantu berdiri”
Dina langsung berdiri dan berkata
“Aku gak perlu bantuan dari kamu”
“Oh gitu” kata lia
Tiba-tiba bel masuk pun berbunyi
Semua murid mulai masuk di kelasnya masing-masing Dina pun langsung duduk di tempat duduknya begitupun Lia.
“Temen-temen ada berita terbaru nih” kata teman kelas Dina
“Berita apa tuh” kata Lia
“Lo gak tau ya,Lia” katanya lagi
“Enggak emang berita apa sih”
“Parah di kalau kamu gak tau, berita ini udah menyebar Lo di sekolah” katanya lagi
“Emang berita apa,aku jadi penasaran nih”kata Lia lagi
“Tapi kamu jangan malu ataupun marah yah”
“Kenapa aku harus marah dan malu coba”
“Apa kamu pura-pura gak tau ya Lia”
“Apasih aku jelas-jelas gak tau sama sekali”
“Lo gak tau ayah Lo koruptor”
Lia langsung kanget dan tak percaya
“Gak mungkin lah ayah aku korupsi”
“Kalau Lo gak percaya lihat ajah nih”salah satu teman kelasnya menunjukkan sebuah vidio berita bahwa ayahnya telah di penjara karena korupsi.
“Itu gak mungkin” kata Lia dengan muka serius
“Gimana gak mungkin ini vidio udah jelas-jelas yah, bahwa ayah kamu itu korupsi”
Lia terdiam sejenak, karena ia tak menyangka selama ini ayahnya seorang koruptor
“lia,Jadi selama ini Lo pake uang haram” kata teman kelasnya
“Huuuuuuu dasar anak seorang koruptor”
Teman-teman sekelasnya tak berhenti memanggil Lia seorang anak koruptor”
“Nih ku kembalikan uang kamu yang waktu Minggu lalu kamu terakhir aku, soalnya aku gak mau makan uang haram”
“Nih aku juga” semua teman Lia mengembalikan uang Lia yang pernah ia teraktir.
Tiba-tiba ibu Winda datang
“Semuanya diam”
Semuanya pun terdiam seketika
Jam kemudian bel pulang pun berbunyi
“Cukup sampai di sini ya, pembelajaran kita hari ini.jangan lupa tugas di rumah di kerjakan.”
“Iya Bu”serentak
Ibu Winda pun langsung keluar dari kelas,
“Teman-teman tunggu aku dong” kata Lia sambil berlari menuju ke teman-temannya yang lumayan jauh
“apaansi,Lo gak punya malu ya Lia”
“Maksud kamu” kata Lia
“Eeeeeh Lia Lo sadar diri lah dikit,masa iya kita mau berteman Ama anak koruptor kaya Lo”
“Ayo temen-temen kita pergi dari sini soalnya aku gak mau dekat-dekat Ama anak koruptor”
Lia pun ditinggal sendirian, ketika ia berjalan menuju ke arah gerbang,
“Dasar anak koruptor” kata murid di sekolah itu
Lia hanya tertunduk,ia sangat malu akan hal itu.
Keesokan harinya Lia terlambat masuk sekolah,iya berlari begitu kencang menuju ke kelasnya, setelah dia sampai di kelasnya para teman kelasnya menatap Lia dengan sangat sadis, kecuali Dina,Dina hanya sibuk belajar
“Wah anak sekolah koruptor sudah datang nih, emang ini sekolah bapak Lo bikin seenaknya datang terlambat”kata teman kelasnya
“Gue pikir Lo gak akan datang”
Lia tiba-tiba didorong dengan begitu kencang sampai dia terjatuh.
Lia mengingat kejadian waktu dia mendorong Dina waktu hari itu.
“Aku baru sadar sekarang, ternyata yang Dina rasakan selama ini, kayak gini rasanya”
Janganlah merendahkan orang lain hanya karena perbedaan-perbedaan semata,ingat Allah melihat perbuatanmu,Allah tak pernah tidur, Allah akan membalas perbuatanmu yang pernah kamu lakukan kepada orang lain, ketika seseorang sudah sangat terpukul dengan perbuatan mu kepadanya maka ia akan mengadukanmu kepada Allah, ingatlah satu hal Allah itu maha adil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar