06 Januari 2024
Menceritakan tentang para mahasiswa universitas muda berusia 20-an. mereka senang menjelajahi tentang kehidupan misteri, beberapa dari mereka di antaranya adalah Delvin,Hilda,Rendi,Puput,dan walen. mereka bersepakat untuk pergi ke rumah kosong yang konon katanya ketika kita masuk ke dalam rumah itu maka kita tak akan pernah kembali lagi,namun mereka tak percaya dengan berita itu,namun Puput tak mau ikut bersama teman-temannya karena ia takut tak akan kembali lagi."Delvi,Hilda,rendi,walen aku gak mau ikut" Rendi pun menjawab sambil tertawa "kamu takut ya" puput pun menjawab "ya iyalah bagaimana kalau berita itu benar" Hilda pun menjawab "put kamu gak usah takut kan ada kami, lagian gak seru kalau gak ada kamu" Puput pun menjawab dengan tegas"ya udah deh aku ikut. hilda pun menjawab dengan nada tinggi sambil menatap Puput "gitu dog" sepulang dari sekolah mereka bersiap-siap untuk pergi ke rumah kosong itu. "Kalian gak lupa kan bawa senter" Delvin memperingati teman-temannya "iya dog masa enggak" sesampainya mereka ke rumah kosong itu. Delvin pun langsung masuk dan teman-temannya pun mengikuti Delvin dari belakang."wow ternyata rumah ini sangat besar dari dugaan ku" delvin berbicara dengan muka serius. "gak ada apa-apa di sini kita buang-buang waktu aja deh" Puput pun langsung berjalan ke arah pintu.tiba-tiba pintu itu tertutup, Puput pun kaget. teman-temanya pun ikut terkaget. Delvin pun langsung bergegas untuk membuka pintu itu namun sayangnya pintu itu tak bisa terbuka.rendin dan walen pun membantu Delvin yang kesusahan membuka pintu itu "gimana ini" Puput pun sangat takut "gapapa ko tenang aja put" Hilda pun menenangkan Puput yg ketakutan "tenang gimana hil kita tak akan lagi bisa keluar dari rumah ini kita akan mati di dalam sini" tiba-tiba Hilda merasa bawah ada yang memegang bahunya dari belakang,Hilda langsung melihat ke arah belakang namun tak ada apa-apa, Hilda pun mulai takut."Pintu gak bisa terbuka kita harus cari jalan keluar" walen pun menjawab dengan nada tinggi "itu benar vin" tiba-tiba kaki Puput ditarik "hil tolong" Hilda kangen dan langsung menolong Puput. Hilda pun langsung berteriak "Delvin,Walen,Rendi," mereka pun langsung berlari ke arah Hilda, "ada apa hil" Hilda pun menjawab "Puput Vin dia tiba-tiba di tarik" Rendi pun menjawab "apa" mereka pun langsung mencari Puput namun mereka tak menemukan Puput. Hilda menangis sambil menatap Delvin "Vin kita harus gimana" Delvin pun menjawab sambil memegang bahu linda"tenang Lin kita pasti akan menemukan puput bagaimana pun caranya" tiba-tiba walen melihat darah di tangan Delvin "Vin ko ada darah di tangan kamu" delvin pun kaget "dari mana asal darah ini" tiba-tiba Hilda melihat dara yg berjatuhan dari atas,Hilda pun melihat ke arah atas,dan ia sangat kanget dan berteriak "Delvin,rendi,walen, puput ada di atas kita" mereka sangat shock melihat Puput tergantung di atas mereka"Puput" Hilda pun menangis Delvin,Rendi dan walen merasa cemas."ayo cepat kita cari jalan keluar" Delvin pun Sebelum ada korban lagi di antara kita" Meraka pun langsung mencari jalan keluar bersama-sama, tiba-tiba Rendi terjatuh, walen pun berteriak"Rendi" mereka langsung berlari ke arah rendi.yang ternyata tertusuk pisau di bagian dadanya Rendi sempat memberi tauhi kepada temannya bahwa di dalam tasnya ada berubah Al-Qur'an dan lilin mereka harus membuat lingkaran dan dikelilingi oleh lilin, mereka harus saling berpegangan dan membaca ayat suci Al-Qur'an. karena, Rendi pernah di beri tahui kepada neneknya bahwa hal itu akan mengusir setan. Mereka pun mengambil tas Rendi dan mengambil Al-Qur'an dan lilin itu. Linda pun membuat lingkaran dan mengeliligkan lilin,Delvin pun menaruh Al-Qur'an itu di tengah -tengah lingkaran dan setelah itu mereka masuk di lingkaran itu dan mereka mulai membaca ayat suci Al-Qur'an tiba-tiba ada suara orang yang berteriak namun mereka tetap fokus membaca ayat suci Al-Qur'an dan tiba-tiba Devan terlempar namun Walen dan hindi tak berhenti membaca ayat suci Al-Qur'an itu, tiba-tiba ada suara perempuan berteriak Setan itu terus berteriak sambil berkata "panas" sampai ia terbakar mereka pun lega dengan hal itu, meraka langsung menuju ke Pintu dan pintu itu pun bisa terbuka, dan Mereka pun keluar,namun mereka masi memikirkan teman-temannya yang berada di dalam rumah itu dan Masi banyak lagi mayatyang lainnya "Vin bagaimana dengan Puput dan Rendi dan mayat-mayat yg lainnya yang berada di dalam rumah itu" Delvin pun menjawab "tenang hil kita pulang dulu untuk mencari bantuan" Iyan vin.mereka pun pulang dengan keadaan baju Mereka penuh dengan darah.dan sesampainya mereka.Hilda langsung memberi tahui orang tua Puput bahwa Puput telah meninggal "Tante" namun orang tua Puput terkaget melihat baju Hilda yang penuh darah "kamu kenapa hil" Hilda pun menjawab sambil menangis "Tante puput" "kenapa dengan Puput" Hilda pun menjawab"Puput sudah meninggal Tante" ibu Puput tiba-tiba pingsan"tante,Tante" Hilda yg entah harus berbuat apa dia bingung harus gimana "ini semua gara-gara aku kalau bukan aku yg mengajak Puput dia mungkin tak akan meninggal, aku harus bagaimana mana sekarang" Hilda pun menelfon Walen"halo len" iya kenapa hil" aku butuh bantuan mu ibunya Puput pingsan saat aku memberi tahunya bahwa Puput telah meninggal" Walen pun menjawab dengan cepat "oke,oke aku akan segera ke sana"Walen pun naik ke mobil tiba-tiba "Len kamu mau kemana kita kan harus pergi ke umah Rendi tentang kematiannya, orang tua Rendi pasti cemas sekarang" hilang tadi telfon aku Vin, ibu Puput pingsan aku harus bawa dia ke rumah sakit" Devin pun menjawab"oh, yaudah kamu ke rumah Puput aku kerumah rendi,aku juga udah beritahui warga bahwa di rumah kosong itu ada banyak mayat,"yauda aku jalan dulu" Devan pun mengangguk kepalanya,dan setelah beberapa jam kemudian akhirnya mayat-mayat yg berada di rumah itu pun sudah diatasi dan Devan pun sudah memberi tahui kepada orang tua Rendi bahwa Rendi telah meninggal dan orang tua Rendi tak percaya akan hal itu "tidak mungkin vin, tidak mungkin" tante,om aku serius" terus dimana Rendi sekarang Vin"dia udah di kubur tan" orang tua Rendi pun berlari menuju ke pemakaman. hilda,Walen dan Devan pun membuat perjanjian bahwa mereka tak akan lagi menjelajahi kehidupan misteri lagi mereka pun masuk sekolah seperti biasa tapi mereka masi memikirkan Puput dan Rendi "sunyi ya kalau gak ada Puput dan Rendi" iya hil" Devan pun menjawab"udah lah mereka kan udah tenang di alam sana kita arusnya jangan sedih nanti mereka juga ikut sedih" "iya Vin" kita seharusnya berfikir terlebih dahulu ketika mengambil keputusan, jangan sampai keputusan mu itu membuat mu terjebak dalam perbuatan mu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar