Pergaulan bebas adalah adalah pertemanan yang tidak terkontrol atau cenderung melanggar aturan yang berlaku. Perilaku ini dapat terjadi pada berbagai kalangan, baik remaja maupun dewasa.
Penyebab terjadinya pergaulan bebas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Misalnya, rendahnya tingkat pendidikan, ekonomi, penyalahgunaan internet, dan sebagainya.
Banyak orang tua yang telah melarang anaknya untuk keluar di malam hari demi menghindari hal-hal yang negatif. Namun, ada juga yang membebaskan mereka untuk tetap beraktivitas.
Ciri-ciri pergaulan bebas sendiri sangat bermacam, diantaranya:
-Melakukan seks bebas
-Merokok dan minum-minuman beralkohol
-Membangkan atas perintah orang tua maupun orang-orang di sekitarnya
-Tidak bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan
-Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal yang bersifat negatif.
Dan masih banyak lagi perilaku lainnya yang merugikan diri mereka sendiri.
Hal seperti ini bisa kita atasi jika kita mau, ada banyak cara untuk mencegah pergaulan bebas ini, contohnya:
-Membatasi pergaulan dengan teman
-Membantu orang lain secara tulus
-Membina hubungan baik kepada siapapun
-Selalu berfikir positif
-Meningkatkan motivasi hidup baik.
Argument pro:
Pergaulan bebas tidak selamanya berakibat buruk, pergaulan bebas juga memiliki sisi positif. Misalnya, mudah mendapatkan teman baru, mudah bersosialisasi, hubungan pertemanan juga akan semakin erat.
Orang tua hanya harus membatasi waktu anaknya untuk bergaul, dan selalu memperhatikan gerak-gerik anaknya agar perilakunya tidak menyimpang.
Argument kontra:
Pergaulan bebas memang memiliki sisi positif, tapi kenyataannya pergaulan bebas lebih banyak memiliki sisi negatifnya. Misalnya, seks bebas, merokok, minum minuman beralkohol, mencuri, mudah berbohong.
Semua hal tersebut akan merugikan anak itu sendiri, orang tua, bahkan masyarakat sekalipun.
Kesimpulan:
Peran orang tua sangat penting untuk mencegah pergaulan bebas terhadap anaknya. Karena kebanyakan hal seperti ini terjadi biasanya karena kurang perhatian dari orang tuanya sendiri, sehingga anaknya memilih bersenang-senang di luar rumah tanpa membedakan hal baik dan buruk.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar